Ragam Budaya Dari Negara Negara Lain

Ragam Budaya

Ragam Budaya Beberapa budaya yang lain untuk rutinitas umum di beberapa negara lain mempunyai kekhasan tertentu. Ketidaksamaan budaya kadang bisa membuat orang berasa canggung atau ketidaktahuan. Pikirkan bila dilahirkan di Inggris, India, atau Australia misalkan, dan melancong ke lain tempat.

Seperti diambil dari Brightside.me, Rabu (29/4/2020), ada beberapa budaya untuk rutinitas umum di beberapa negara di dunia, yang kemungkinan jarang-jarang diketemukan di daerah tempat kita tinggal.

Berikut 4 budaya umum dimulai dari langkah berpose, warna lampu jalan raya, dan bicara dalam telephone, sampai waktu menyongsong seorang yang belum berpasangan:

Ada gestur yang berbeda di tiap negara saat minta seorang untuk tersenyum di muka camera.

Di Spanyol, waktu seorang akan befoto umumnya perintah bersenyum lokal akan dikasih tahu untuk menjelaskan “wiski.” Sedang di Belanda, pernyataan umum untuk tersenyum ketika mau berpose dengan menjelaskan “Senyumanlah pada burung kecil.”

Hal itu disebutkan berawal dari bagaimana photografer tua di Belanda pada umumnya menempatkan burung di camera mereka.

Lampu jalan warna biru (Japan Train Videos)
Menurut satu artikel di website Atlasobscura.com, cuman ada 4 warna landasan di riwayat Jepang kuno. Yang salah satunya ialah hitam, putih, merah, dan biru.

Untuk apa saja yang warna hijau diterangkan memakai kata untuk warna biru, atau ao, menurut artikel itu.

Kata midori yang bermakna “kecambah,” disebutkan mulai dipakai untuk memvisualisasikan warna hijau. Tapi dahulu dan masih dipandang seperti warna biru.Waktu akan menjawab telephone. Kita umumnya menegur sang pemanggil dengan menjelaskan “halo” atau “hello”. Tetapi hal itu berlainan di Belanda.

Di Belanda, saat seorang akan mengusung panggilan telephone, yang menerima langsung akan menjawab. Dengan menyebutkan namanya supaya pemanggil bisa selekasnya mengenali sama siapa ia bicara.

Menurut satu artikel di situs Alasobscura.com, penjual rempah-rempah keliling di Denmark dijumpai selaku kelompok bujang yang cukup diketahui.
Mereka yang belum menikah atau berpasangan itu dikatakan sebagai pebersvend (pebermø untuk wanita). Ada adat penghormatan dengan perayaan gempuran taburi bubuk kayu manis ke badan mereka. Yang adalah bumbu terkenal dalam masakan Denmark.
Penaburan kayu manis akan dinaikkan jadi lada pada seorang berumur 30 tahun yang belum berpasangan.
error: Content is protected !!